Dedaunan Musim Semi

seperti angin yang membelai wajahku,
seperti embun yang membunuh dahagaku,
seperti rembulan yang membisikkan namamu,
bibir membisu, jiwa berteriak, “aku rindu”

bila jarak yang membentang menghalang,
bila asa yang pernah ada, kini pergi dan hilang
bila hanya citramu melekat di jiwaku yang malang
biarlah kuhabiskan sisa hidupku dalam gamang

karena engkaulah yang pernah meniupkan bara
karena engkaulah yang pernah menghidupkan cita
karena dirimu jua, aku mengerti dan menjalani fana
bila yang kita rasa dulu adalah cinta, maka pedih ku tak sia-sia

 

*for that special someone who share a cup of coffee with me under the Jakarta stars, years ago..

Advertisements

“Invisible Touch”, Genesis (1986)

 

 

Cover Art

I have created a blog that specifically contains my reviews on music albums. If you’re interested in album reviews, please visit my new blog Chronosonic.

“Invisible Touch”, album yang menandai awal dan akhir sebuah era. Album yang menasbihkan transformasi para veteran rock menjadi para pejuang art pop garda depan. Sebuah album penuh kekuatan yang menjadikan nama Genesis tidak hanya bergaung di kalangan penikmat musik art rock garis keras, tapi juga ke kancah tangga musik pop dunia; lengkap dengan penjualan jutaan album dan ratusan konser sold-out di tiap penjuru planet. Tapi mungkin efek yang paling mendalam terhadap sejarah musik dunia adalah, kelahiran Phil Collins┬ásebagai salah satu penulis musik pop terbesar yang pernah ada.

Continue reading