A Collection of Old Poems, pt. 1

Seindah Lidah Api
Mid May 2002

pandanganmu menari dalam benakku
menggelitik setiap nukleus
melepas euforia
melucuti logika
seperti hanya kau yang bisa

kau yang seindah api
yang berpendar menyebar
yang menelan semua yang ada di hadapanmu
antara kau dan aku
membakar tanpa sisa

saat kau bersuara
hanya ada dirimu di benakku
memenuhi neuronku
dopamin dan adrenalin
seperti hanya kau yang bisa

kau yang membuatku terpesona
dengan segala keagunganmu
setiap kali mampu membuatku kehilangan kendali
kau yang seindah lidah api
jadikan aku arang

Lithium
January 2002

we are only water in carbons, eons
in the making, seconds away to destruction.
the planet’s creatures of vanity,
learning to comprehend electricity.
with each futile gesture we move
closer to our own annihilation.
only by grasping to nothing and
consuming the salt and the metal
are we able to survive.
by the sodium in our blood,
by the lithium in our brain.

Bintang Bintang
Januari 2003

di antara pulsar dan kerinduan
kuikatkan segenggam citramu.
yang kupandangi setiap malam
menembus jutaan bintang bintang.

dalam setiap rotasi yang kehilangan
cahaya, aku tersadar oleh fakta.
tanpamu, kebekuan alam semesta
semakin menguasai nalarku.

akan kutempuh ratusan badai elektron
melihatmu lagi, memindai bayangmu
mengindera aromamu, menciumnya
menyentuh ragamu, debu angkasa.

kaulah orion, akulah canis
akan kuikuti kemanapun kau berkelana
menembus horison peristiwa
sampai tiba penyatuan terakhir

hanya bersamamu aku ingin
menghadapi semua kegetiran.
hanya bersamamu aku ingin
berbagi padang nexus utopia.

desah nafasmu adalah energi
yang melipat ruang dan waktu.
cinta yang telah memberi genesis
bukti eksistensi kita yang fana.

Rekaman II
-sometime in 1994

kasih, andai kita bisa membalikkan waktu
andai kita bisa membalikkan keadaan ini seperti semula
ma’afkan, kini terasa sesak untuk menyatakannya
apakah jawabanmu masih seperti dulu ?

kasih, andai bisa kupersembahkan lagu ini
adakah kau sudi berdiri di sini dan mendengarkannya
seperti waktu-waktu yang hilang ditelan waktu itu sendiri
apakah hatimu masih menjawab nuranimu sejujurnya ?

kasih, andai kau tahu gundahnya pikiran dan hati ini
akankah bisa ku lupakan sesuatu yang ingin kuingat
satu-satunya kenangan indah kini berumur satu tahun
apakah sebelas bulan yang telah berlalu merubah cintamu ?

kasih, andai kita bisa membalikkan waktu
akhirnya hanyalah kisah-kisah tak nyata
apakah bahagia, bila kita bisa mengelak dengan sengaja ?
tapi ku tak akan menyesal untuk satu kesempatan itu…

The Desk
2007

looking at this empty desk of desire
the loneliness kills and it burns
engulfing my mind in a sea of fire
wondering still when will she return

in a place where identities lost
where promises breaks, commitment dies
will the wind blows hard and frost
the faith, like tears in these eyes

do she realized a flame she had ignite
it drained me dry and it burned me bright

Advertisements

One thought on “A Collection of Old Poems, pt. 1

  1. Pingback: “Bintang Bintang” Poem Musicalization « Codes, Colours, Chemistry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s