A Collection of Old Poems, pt. 2

Satu Lagi
Agustus 2004

hampa terasa saat malam menutup hatimu
yang tak pernah sepenuhnya menjadi milikku

langkah kakimu saat kau menjemput perpisahan
apakah ini akhir dari segala perwujudan hati

mungkin salahku tak pernah percaya
cintamu akan seutuhnya meluruh
melebur nihil
cerita ini yang begitu lama terjalin
terhenti dalam sesaat, dan dalammu hilang

satu lagi jatuh bara perpisahan kita
keputusasaan di saat semuanya mulai terasa indah

dengarkan aku yang berteriak hening menangis
mendambakan kejernihan hati
bersabarlah sayang

Pasangan Jiwa
2004

kita adalah pasangan
yang tercipta di surga.
diturunkan ke dunia
untuk mengerti cinta.

pelita haluan hidupku,
denganmu jiwaku terisi.
kutau bahwa kamu,
akan menemaniku puluhan tahun lagi.

setiap tetesan air mata,
setiap tarikan nafas.
setiap derai canda,
setiap alunan cinta.

kaulah satu,
pasangan hidupku.
ibu anak-anakku,
perempuan hatiku.

Nebula
April 2002

kemarin ku bertemu dirimu,
masih kau yang dahulu…

kau yang membuatku merasa lemah di hati
yang membuatku takut jatuh
ke dalam dirimu…
kau yang membuat bulan kehilangan malam
yang membuat semua angin membawa lagu
akan kerinduan…

kerinduan yang kudengar dari Marquez
yang menjadi epidemi, yang menjadi harapan

kumohon katakan apa yang kau rasakan
saat ini, saat kau kembali runtuhkan hatiku
kau curi hatiku,..
saat kau curi nebula dari orion

Analisa Asosiasi Asmara
2002

apakah arti dari semua
perkataan yang kita ucapkan.
aksara yang hanya melukai,
menyimbahkan darah yang
tak henti kita jilati

ku tak mengerti

apakah ini anomali fisikal,
insting hewani, satu-satunya
adhesi dalam asosiasi tanpa
awal dan tanpa akhir ini

ku tak berani akui

apakah semu bila ku hanya
rasakan pahit saat kau menghilang
dan manis tak pernah sepenuhnya terasa.
katakan sejelas-jelasnya

ku ingin mengerti

Aurora
2005 

kau datang diam dan tiba-tiba
dari jutaan jarak yang menganga
yang kau tempuh cahaya
dalam satu kedipan sahaja

kemilau citramu berpendar
bagai tirai langit
seakan senyumanmu, ada
tak cukup indah bagi dunia

akulah amarah yang pantas
kau padamkan hilang
karena dirimulah, ada
ajari aku manisnya derita

karena pabila dunia tanpa
titik awal ataupun akhir
maka akulah orangnya
menjadi pasangan jiwa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s