Coders, Are You Sure About The Amount You Put In Your Invoice?

Tadi saya membaca sebuah artikel tentang bagaimana sebaiknya para kuli kode memberi valuasi pada pekerjaannya. Sounds simple right? Tapi saya yakin semua programmer tau betapa susahnya pekerjaan sederhana memberi harga pada pekerjaannya.

Di pembuka artikel tersebut, dikisahkan seorang perempuan yang nekat meminta digambarkan sktesa wajahnya pada Picasso. Being a genius, Picasso memukau perempuan tersebut dengan hanya sebuah goretan pensil. Saat perempuan itu bertanya berapa dia harus bayar, Picasso dengan wajah datar (ya, ini bayangan gw aja) berkata 5000 dollar. Memang hanya sebentar pembuatannya, tapi kemampuan untuk menarik garis seperti itu “takes a lifetime” ucap Picasso.

Memang kita para programmer selalu menggunakan waktu sebagai patokan awal valuasi sebuah pekerjaan. Dan sering kali hal ini menjadi bumerang. Pertama karena sering kali pekerjaan mengambil waktu lebih lama dari yang kita perkirakan, dan kedua kita sering lupa untuk memasukkan kemampuan yang telah kita pelajari bertahun-tahun sebagai variabel nilai.

Kemampuan (or skill, what have you) itu seperti lemak, menumpuk tanpa kita ketahui sudah berapa lama kita menumpuknya, sudah seberapa banyak, dan seberapa besar effort yang dibutuhkan untuk menumpuknya. Weird analogy, I know.

Di sebuah artikel yang sangat terkenal di Quora mengenai engineering management ini, disebutkan bahwa kita sebaiknya memberi estimasi waktu 2-3 kali dari asumsi awal kita. Kenapa? Karena saat kita di brief sebuah pekerjaan, kita hanya melihat the big picture. Tapi kita sering lupa bahwa banyak sekali detail yang tidak terlihat yang baru muncul di saat pengerjaan. Pada gambar pantai utara Jawa di peta Indonesia, kita tidak akan dapat melihat jalur pantai berkelok yang tidak melulu pantai pasir luas. Ada rawa-rawa dan tebing di sana, yang tidak akan terlihat di peta. Oleh sebab itu, valuasi berdasarkan perkiraan waktu terhadap draft kasar sebuah pekerjaan, cukup menyesatkan.

Intinya adalah, tidak ada metode valuasi yang fits all situations. It takes experience to know that. Dan pengalaman harganya sangat mahal. Picasso tau itu. And all the skills we gathered during our professional life sums up to an even greater value. Pengalaman mengajarkan lokasi pitfall, loophole, dan sanctuary untuk berbagai jenis pekerjaan. Belum lagi skil teknis, yang bagi para programmer, tidak pernah berhenti berevolusi.

In the end, it all depends on your comfort during the development of a project. Dan ini adalah artikel aneh yang tidak memberi solusi mengenai penentuan harga project. Tapi sebagai hiburan, saya akan memberi satu kisah inspiratif buat rekan-rekan kuli kode yang sangat berkesan buat saya pribadi. Wassalam.

Before long, the greatest scientific minds of the time were traveling to Schenectady to meet with the prolific “little giant”; anecdotal tales of these meetings are still told in engineering classes today. One appeared on the letters page of Life magazine in 1965, after the magazine had printed a story on Steinmetz. Jack B. Scott wrote in to tell of his father’s encounter with the Wizard of Schenectady at Henry Ford’s River Rouge plant in Dearborn, Michigan.

Ford, whose electrical engineers couldn’t solve some problems they were having with a gigantic generator, called Steinmetz in to the plant. Upon arriving, Steinmetz rejected all assistance and asked only for a notebook, pencil and cot. According to Scott, Steinmetz listened to the generator and scribbled computations on the notepad for two straight days and nights. On the second night, he asked for a ladder, climbed up the generator and made a chalk mark on its side. Then he told Ford’s skeptical engineers to remove a plate at the mark and replace sixteen windings from the field coil. They did, and the generator performed to perfection.

Henry Ford was thrilled until he got an invoice from General Electric in the amount of $10,000. Ford acknowledged Steinmetz’s success but balked at the figure. He asked for an itemized bill.

Steinmetz, Scott wrote, responded personally to Ford’s request with the following:

Making chalk mark on generator $1.

Knowing where to make mark $9,999.

Ford paid the bill.

(story of Charles Proteus Steinmetz copied from Smithsonian magazine’s article “Charles Proteus Steinmetz, the Wizard of Schenectady”)

Advertisements

6 thoughts on “Coders, Are You Sure About The Amount You Put In Your Invoice?

  1. mirip dengan cerita enginer yg benerin mesin mur ngecharge gede, 50rb buat ganti mur, 5 juta buat tau klo mur nya yg error, sering gw pake buat counter komplen kustomer klo di charge ke gedean 😀

  2. Pingback: Dibalik Proses Pembuatan Sebuah Website | Neng Ocha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s