Do We Really Want To Meet Them?

Alien, Extra Terrestrial (E.T.), makhluk luar angkasa; mereka telah menjadi bagian dari folklore modern. Begitu banyak karya seni yang mengangkat tema berdasarkan karakter-karakter dari luar Bumi ini, mulai dari film, novel, hingga video game. Sebagian meyakini keberadaannya, sebagian menolaknya mentah-mentah.

Saya sendiri, berdasarkan sains keberadaan kita sendiri, meyakini adanya keberadaan kehidupan di luar Bumi. Tapi tidak melulu seperti yang diceritakan dalam mitos modern: makhluk berkepala besar, dengan kulit hijau abu-abu, mengendarai piring terbang, yang datang dari sebuah peradaban yang lebih maju dari kita.

Do Aliens Exist?

Saya mempercayai keberadaan mereka secara empiris, sebagai hasil evolusi kimia dan biologis yang berlangsung di luar planet, seperti proses yang sama yang menghasilkan makhluk hidup di planet ini. Makhluk bersel tunggal (seperti bakteri atau protozoa) yang hidup di luar planet Bumi, itu sudah termasuk ke dalam kategori alien.

Bila kita mempelajari proses evolusi atau xenobiologi, mempelajari metabolisme mikroorganisme seperti archaea dan extremophile, kehidupan tidak selalu harus muncul di planet-planet “Goldilock” seperti Bumi. Dan ini meningkatkan kemungkinan keberadaan alien secara signifikan. Bahkan bukan tidak mungkin struktur seluler makhluk-makhluk asing ini tidak berbasis C, seperti semua makhluk hidup di Bumi. Kemiripan struktur kimia atom karbon dan silikon memungkinkan kehidupan untuk muncul dalam bentuk organisme berbasis Si. I wrote an extensive scientific paper on this matter when I was in university, so I’ve learned all the supporting facts.

Habitable ("Goldilock") Zone - from HowStuffWorks

Bukan keberadaan mereka yang hendak saya bahas di sini, melainkan apakah kita benar-benar ingin bertemu mereka. Saya pribadi akan sangat bersemangat apabila eksplorasi manusia menemukan fosil makhluk bersel tunggal di luar angkasa. Bayangkan implikasinya pada tatanan sosioreligius manusia! Tapi saya sangat yakin, saya tidak menginginkan alien berintelegensi tinggi menemukan planet ini.

Mari kita lihat teori Panspermia. Bila teori ini benar, maka alien kemungkinan besar akan memiliki struktur informasi seluler yang sama dengan semua makhluk di planet ini, Asam Nukleat Deoksiribosa (DNA). DNA manusia, makhluk paling cerdas di planet ini (berdasarkan penilaian kita sendiri), hanya memiliki perbedaan sekitar 2 persen dengan simpanse, spesies lain yang juga menunjukkan kemampuan kognitif.

What Would Happen If There’s an Encounter?

Apabila alien menemukan planet kita, kita dapat berasumsi bahwa mereka jauh lebih cerdas dari kita. Manusia dan simpanse yang hanya berbeda 2 persen pada susunan DNA-nya, memperlihatkan perbedaan kognitif yang begitu besar. Dari sini, kita dapat membayangkan selisih intelegensia manusia dengan alien, walaupun dengan DNA yang sama dan komposisi yang sedikit berbeda.

Simpanse tercerdas diperkirakan memiliki kemampuan kognitif anak 2-3 tahun. Apakah alien berusia 2-3 tahun memiliki kecerdasan manusia paling cemerlang? Apakah alien berusia 10 tahun dapat dengan mudah menyelesaikan perhitungan-perhitungan string theory dan fisika kuantum? Kita bisa bayangkan semaju apa mereka dalam teknologi transportasi, telekomunikasi, dan persenjataan.

Memang, selalu ada kemungkinan bahwa alien yang menemukan planet ini tidak memiliki sifat invasive. Tetapi mereka memiliki gen seperti kita, seperti makhluk lain di planet ini. Dan sejarah planet ini menunjukkan, spesies yang lebih kuat akan selalu menekan spesies yang lebih lemah. Pertemuan antara kebudayaan yang lebih maju dan kebudayaan yang tertinggal, hampir selalu menyebabkan kehancuran kebudayaan yang tertinggal.

Saya pribadi berharap kita tidak akan pernah dikunjungi oleh kebudayaan E.T. yang jauh lebih maju dari kebudayaan manusia. Sejarah mencatat, bila hal tersebut terjadi, spesies manusia kemungkinan besar akan menjadi korban. Dan saya yakin, apabila suatu saat manusia menguasai teknologiย warp/hyperspace dan menemukan kebudayaan alien yang belum maju, maka manusia cepat atau lambat akan menginvasi dan mengambil alih planet mereka. It’s in our genes. Semoga ini bukan yang diramalkan bangsa Maya mengenai kejadian di tanggal 21 Desember 2012.

The Universe Is A “Pretty Big Place”

Sebagai penutup, saya akan menunjukkan seberapa besar kemungkinan kita bertemu dengan alien. Pada tahun 1961, Frank Drake, Profesor Emeritus Astronomi dan Astrofisika di UC Santa Cruz, membuat sebuah formula matematis untuk menghitung keberadaan kebudayaan E.T. di galaksi Bima Sakti. Berikut adalah Drake Equation yang terkenal itu: N = R* . fp . ne. fl. fi. fc. L

Beberapa ilmuwan masih berdebat mengenai faktor-faktor di dalamnya, tetapi estimasi kasar dari perhitungan tersebut adalah bahwa terdapat 1000 hingga 100 juta (N) kebudayaan di galaksi Bima Sakti saja. Dan di alam semesta, ada sekitar 170 miliar galaksi.

“I’ll tell you one thing about the universe, though. The universe is a pretty big place. It’s bigger than anything anyone has ever dreamed of before. So if it’s just usโ€ฆ seems like an awful waste of space. Right?” ~ from the movie “Contact” (1997)

Advertisements

10 thoughts on “Do We Really Want To Meet Them?

  1. Meskipun Ellie akhirnya harus mengakui bahwa dia kehilangan kepercayaan pada Tuhan karena dia lebih percaya science. Dan itu jadi titik lemah dia depan Dewan yg mendengarkan kisahnya di akhir film.

    Tapi harus diakui ya, di alam semesta ini sudah tercatat sekitar 3 juta galaxy. Dan tiap galaxy mempunyai sekitar 12 juta planet dgn tipe “M Class” seperti bumi dan seharusnya mendukung kehidupan yg kita kenal saat ini. Andai ternyata hanya manusia yg hidup di dunia ini (bersama jin), alangkah mubazir nya Allah menciptakan alam semesta seluas ini. Dan Allah gak suka hal yg mubazir kan ?

    • Oh ya, mungkin terlalu naif kalau berpikiran bahwa makhluh hidup di dunia yang lain itu lebih maju peradabannya dari kita, dan andai lebih maju dan datang ke dunia ini untuk melakukan “First Contact” secara resmi, mungkin terlalau naif juga untuk selalu berpikir mereka akan bnerusaha menguasai dunia umat manusia. Karena manusia selalu menimbang sesuatu dengan ukuran manusia, yg haus sama kekuasaan dan selalu ingin “menginvasi”. Why dont we think the will come in peace ?

      • Kan premis asumsinya adalah teori Panspermia om… seperti pelem Promotheus. Bahwasanya materi genetik manusia dan alien itu berasal dari sumber yang sama. Makanya gw berasumsi bahwa aliennya berperilaku seperti manusia.

    • nah, ini gw sukak… uwuwuwu… ( ‘3’)

      Dulu gw juga pernah ngebahas ini ama temen, salah satu poin yang bisa disimpulkan adalah: kalau pun alam semesta yang maha luas ini kosong akan makhluk hidup selain di Bumi, banyak ilmu dan manfaat yang bisa dipelajari dan didapat manusia dari sana. Berbagai benda yang kita gunakan sekarang banyak yang berasal dari penelitian NASA, yang notabene kerjanya mempelajari luar angkasa.

      Dan jikalau melihat dari sisi proses terjadinya alam semesta menurut sains, kemungkinan makhluk hidup lain ada di suatu tempat di sana itu besar. Bahkan beberapa orang mengutip ayat Al-Qur’an dalam menjelaskan kemungkinan adanya “makhluk langit”. But in the end, it’s God secret. Wallahu a’lam bishawab.

  2. Wuih, bahasannya asik euy.. Yup, kemungkinannya akan sangat tinggi untuk keberadaan makhluk lain di luar Bumi, dan ga menutup kemungkinan juga dengan adanya makhluk yg berintelegensi sama atau pun lebih tinggi.

    But still not quite sure, kalo makhluk yang berintelegensi tinggi ini akan begitu saja mencaplok keberadaan kita. Banyak faktornya di luar intelegensia untuk melakukan hal itu.

    Justru yang lebih membuat saya curious itu untuk keberadaan alien itu ada di life cycle mereka. Apakah siklus hidup mereka itu lebih pendek atau lebih panjang dari siklus hidup manusia. Kayaknya faktor ini juga bisa mempengaruhi kenapa sampe sekarang belum ada encounter dari mereka (baca: penampakan yg terang-terangan).

    Emang masih banyak misterinya sih di situ. Dan justru di situ makin menunjukan bahwa ilmu kita belum ada secuilnya dibandingkan ilmu dan rahasia Allah. Subhanallah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s