Perempuanku

Perempuanku,
Kamu yang begitu cantik, tanpa harus bersolek atau ber-make-up tebal.
Membuat jatuh hati ini saat ku pertama menatapmu di perpustakaan SMA dulu.
Ekspresimu yang dingin membakar rasa penasaran saat itu.

Perempuanku,
Yang tak mempan oleh bujuk rayu, lagu, dan puisiku.
Tapi dapat kulihat binar bangga di matamu saat aku bercerita purin & pirimidin.
Saat ku pintamu mengajari aku termodinamika di belakang gedung kampus dulu.

Perempuanku,
Kau yang memberi kekuatan dan keberanian di jiwaku yang ringkih ini.
Kau yang menggengam tanganku di dalam saat-saat tergelap kehidupan kita.
Senyummu mampu meyakinkanku bahwa kita bisa menempuh segalanya berdua.

Perempuanku,
Dua bintang di langit telah kau petikkan untukku.
Senyum dan tawa yang mengisi rumah yang kita tempati bersama.
Engkau ibu dan istri yang hebat, dan aku akan terus mengatakan itu kepadamu.

Perempuanku,
Engkau yang mengerti akan keliaran hatiku.
Tapi tak pernah aku berani untuk melangkah terlalu jauh dari halaman hatimu.
Karena ku kan jatuh remuk lebam mati, tanpa desah nafasmu di sisi ranjang ini.

Perempuanku,
Aku tau kamu dan aku tidak sempurna, dan cinta tidak pernah sempurna.
Doaku pada Nya hanyalah untuk selalu menjaga apa yang kita punya saat ini.
Dan tanganmu lah yang aku genggam saat aku tua dan menunggu ajal nanti.

pour B, 2012

Advertisements

2 thoughts on “Perempuanku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s