Crusader Kings 2 : A Bit of A Review

Canst thou, O partial sleep, give thy repose
To the wet sea-boy in an hour so rude,
And in the calmest and most stillest night,
With all appliances and means to boot,
Deny it to a king? Then happy low, lie down!
Uneasy lies the head that wears a crown.
Uneasy lies the head that wears a crown.

~ from “Henry IV” (William Shakespeare)

Salah satu artikel favorit saya di PC Gamer adalah Strategy Chronicles, tetapi saya biasanya membaca khusus kronikel mengenai Civilization V. Berhubung belum kronikel terbaru mengenai Civ, walaupun expansion pack “Brave New World” sudah dirilis, saya pun iseng untuk membaca kronikel lain yang ada di sana. Salah satunya adalah tentang sebuah gim dari Paradox Interactive, “Crusader Kings 2”.

Awalnya saya tidak terlalu tertarik untuk memainkan gim ini. Alasan utama adalah karena gim ini “hanya” memilik time span dari High Medieval (aka. during the Dark Ages) sampai ke Renaissance, dari invasi William of Normandy di tahun 1066 hingga jatuhnya sisa Kekaisaran Romawi Timur di tahun 1453. Sementara gim yang saya biasa mainkan, Civilization series, memiliki time span dari 4000 BCE hingga 2100 CE (6000 tahun lebih).

ss_d05ed044e59ea9ac96d889c4d0b72ea293fb24e8.1920x1080

they didn’t call it The Dark Ages for nothing

Lalu apa hubungannya dengan kutipan drama Shakespeare di atas?

Dalam CK2, kita bermain sebagai sebuah dinasti (house of nobility), di mana tujuan utamanya adalah mempertahankan dinasti yang kita mainkan tetap memiliki wilayah dan garis keturunan dinasti yang tidak terputus, hingga pertengahan abad 15. Sound simple right? Well not really when you’re living in medieval feudal Europe.

Bila satuan waktu terkecil dalam gim Civ adalah tahun, dalam CK2 kita benar-benar melewati hari demi hari selama hampir 400 tahun (all 146.000 of them!). Di saat penulisan ini, saya sudah memainkan gim selama hampir satu minggu dan karakter yang saya mainkan baru melewati satu abad di dalam dunianya. Masih ada 3 abad lagi yang harus diperjuangkan.

YOU ATE MY LAST PIE, YOU JERK!

YOU ATE MY LAST PIE, YOU JERK!

Hidup seorang penguasa feudal sangat berat. Semua orang saling berebut kekuasaan; raja menyerang raja, duke menyerang duke, count melawan count, baron melawan baron. Di dalam satu wilayah kebangsawanan, adik ingin meracun kakak untuk merebut kekuasaan, suami membunuh istri agar dapat mengawini putri dari kerajaan lain (perceraian hanya boleh melalui Paus di Roma), saudara perang melawan saudara dalam satu dinasti untuk merebut klaim atas takhta. Dan ini semua hanya di dunia Katolik Eropa, kita belum membahas permusuhan dengan dunia Islam di sepanjang pantai Mediterania. Pheeew…, what a mightily complex and scary world you had there Europe.

Anyway, gim ini cukup adiktif. Hanya saja, setelah berjam-jam terlewati dan kita menyadari baru melewati seperempat dari durasi gim, rasa bosan mulai menyerang. Selain itu, para bangsawan di dalam kerajaan yang terus menerus tidak puas dan memberontak lama-lama bisa membuat depresi. Padahal mereka cuma karakter di dalam gim, jadi bisa dibayangkan perasaan tertekan yang dirasakan penguasa-penguasa Eropa abad pertengahan. Tidak aneh bila dekadensi merajalela di sana.

...but it was her who came to my chamber naked, my Queen

…but it was her who came to my chamber naked, my Queen

Buat para penggemar sejarah, fiksi-sejarah, dan hardcore strategy gamer, CK2 sangat direkomendasikan. Kita dapat banyak belajar mengenai kebiasaan para bangsawan Eropa Abad Pertengahan, sistem ekonomi dan politik, sistem militer dan suksesi gelar, dan banyak hal lain dalam aspek kehidupan feudal. Dalam gim ini kita diingatkan bahwa kekuasaan tidak hanya dapat didapat melalui perang, tetapi juga melalui pena dan tentu saja, seksualitas.

Buat kamu yang lumayan obsesif-kompulsif, a people person who likes to dabble into other people’s lives, gim ini adalah gim yang sangat cocok. Ada begitu banyak detil yang harus diperhatikan setiap saat, micro-management is key. Tapi bila kamu lebih ke arah strategis moderat makro-ekonomi & sosio-kultural, Civ rasanya lebih cocok. Sementara para gamer yang menganggap Age of Kings adalah sebuah gim strategi, sebaiknya menjauh dari CK2. This one is hardcore not for you.

Advertisements

One thought on “Crusader Kings 2 : A Bit of A Review

  1. Pingback: Week 4 Recap #JuliNgeblog | Codes, Colours, Chemistry

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s