Eva

Bumi, 200.000 BCE

Tugasku di sini sudah selesai, saatnya kembali. Begitu satelit pengawas menerima sinyal, mereka akan mengirimkan hoverpod yang akan membawaku meninggalkan planet primitif ini. Semoga badai petir tidak menghalangi jalur komunikasi.

Siapa itu manusia primitif yang mendekati pos pengawasan. Muatan listrik di atmosfer mengganggu tabir kasat mata, membuat posisiku samar-samar terlihat. Tidak ada jalan lain, ia telah berada tepat di dasar pos, aku harus melakukan penghapusan memori secara manual.

“Adama..”

Dia berbicara seolah memperkenalkan diri. Ia tidak tampak takut. Tidak seperti manusia primitif lainnya yang bertemu dengan para pengamat sepertiku sebelumnya.

“Eva”

Entah mengapa tiba-tiba aku ingin memperkenalkan diriku juga kepadanya.

Hoverpod berkendali otomatis itu berada tepat di atas kepala, sinar penariknya mulai mengangkat tubuhku. Aku masih mengarahkan alat penghapus memori ke Adama.

Tapi terlambat, hanya dalam hitungan detik aku berada di dalam hoverpod. Apakah aku sempat menghapus ingatan temporernya? Menghapus ingatan pria primitif itu akan seorang perempuan yang terbang ke langit?

#100kata8 #Day01

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s