CME

Yang ada hanya kekacauan. Semuanya telah kosong dan ditinggalkan. Jalanan kini hanyalah sebuah cermin keputusasaan dari sebuah peradaban yang pernah digdaya.

Manusia-manusia di sekelilingku terombang-ambing dalam kekacauan. Aku terdiam sejenak, wajah-wajah kosong itu menerkam kesunyian di dalam jiwa yang putus asa dan tak percaya.

Sebagian mereka berlari tanpa arah, sebagian terdiam menatap langit bersimbah air mata. Tapi yang terberat dari semua itu adalah melihat anak-anak di dalam pelukan orang tua mereka.

Aku mengetuk pintu dari masa kecilku. Dan di sana mereka berdiri, dua orang di dunia ini yang akan kudatangi untuk menghabiskan usia.

“Kemari nak…” Ayahku berusaha untuk tegar. Mungkin sekaligus sedikit lega, anak dan istrinya ada di sini. Bertahun-tahun dia melindungi aku dan ibuku. Dan kini ia akan berusaha melakukannya lagi. Walaupun dari bekas air mata di wajahnya, aku tahu bahwa ia pun tahu, itu semua akan sia-sia.

Matahari, pemberi hidup bagi semua yang bernafas di muka Bumi. Matahari, yang sesaat lagi akan mengambil semua yang telah pernah ia beri.

#100kata8 #Day06
*CME = Coronal Mass Ejection. Wikipedia article on CME.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s