Analisa Kontroversi Hati & Konspirasi Kemakmuran

Beberapa hari ini media sosial diramaikan oleh sebuah cuplikan video wawancara Vicky Prasetyo (no, I’m not related to this dude). Siapakah karakter yang tiba-tiba muncul ke permukaan ini? Mungkin tidak terlalu penting siapa dia, cukup Kejaksaan Negeri Cikarang saja yang mempelajari sosok pria ini. Saya pribadi sendiri hanya tahu bahwa dia berhasil bertunangan dengan Zaskia Gotik dan dia memiliki pola pikir yang kompleks dan misterius. Berikut ini saya mencoba untuk menganalisa transkrip wawancaranya yang ramai beredar di Twitter.

why Zaskia, why...?

why Zaskia, why…?

Sebuah video yang diunggah oleh user YouTube dengan nama o0o2013 telah menjadi sensasi beberapa hari terakhir. Bukan karena Goyang Itik™ dari Zaskia Gotik yang mengagumkan dipertontonkan di video ini, tetapi karena kekaguman masyarakat akan pernyataan-pernyataan yang keluar dari tunangannya saat itu.

Berikut adalah video wawancara tersebut. Saya mengambil transkrip wawancara dari sini

Lalu berikut ini adalah transkrip wawancara tersebut beserta analisa dari saya.


<musik, “Lelaki Buaya Darat” ciptaan Maia Estianti>

Sebuah pilihan musik yang menarik dari pihak infotainment. Sangat menarik. Tapi akan lebih mengagumkan lagi apabila ternyata lagu ini adalah lagu yang memang diputar di lokasi wawancara. That would be epic.

“tetap… di usiaku saat ini.. eh ya… twenty nine my age ya…”

Saya merasakan sedikit rasa kurang percaya diri dari nadanya. Mulai dari banyaknya jeda, mencampur adukkan bahasa, hingga ekspresi wajah. Apakah dia berbohong soal umurnya? Mungkin nanti kita bisa tanyakan ke kantor kejaksaan.

“tapi aku tetap masih merindukan apresiasi… karena basically… ya aku seneng… seneng musik gitu…”

Agak sedikit kontradiksi di sini. Bila Vicky merindukan apresiasi karena dia menyukai musik, bukankah ini berarti dia seharusnya seorang musisi? Seorang musisi yang rindu untuk diapresiasi?

Tetapi apabila Vicky rindu akan tindakan mengapresiasi, maka hal ini menjadi jauh lebih mudah dimengerti. Karena dia menyenangi musik, maka dia memilih untuk mengapresiasi seorang musisi. Karena saya juga sangat mengapresiasi goyangan dan musikalitas Zaskia. Terutama goyangannya.

Shake it, Zaskia. Shake it!

“walaupun kontroversi hati aku lebih membutuhkan kepada konspirasi kemakmuran ya… kita pilih ya…”

Kontroversi dimulai dari kalimat ini. Saya rasa yang dimaksud dengan “kontroversi hati” di sini adalah, pada dasarnya hati kecil Vicky tidak setuju dengan tindakannya bertunangan dengan Zaskia. Mungkin dia benar-benar jatuh cinta dan takut melukai hatinya bila Zaskia tahu siapa dia sebenarnya? Bisa jadi. Itu lah mungkin yang menjadi kontroversi di dalam hati nuraninya.

Dan kesimpulan ini saya rasa diperkuat oleh pilihan katanya di akhir kalimat, “konspirasi kemakmuran”. Di mana dia menekankan bahwa walaupun nuraninya dilanda prahara dan kontroversi akibat secuil rasa kejujuran, tapi pada akhirnya dia memilih pada konspirasi kemakmuran. Di sini tabiat aslinya muncul ke permukaan, di mana tujuan utamanya bertunangan dengan Zaskia adalah sebuah rencana diam-diam yang bertujuan untuk kekayaan pribadinya.

Shame on you, Vicky.

“nggak kita… kita belajar, eh… apa ya… harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar…”

Di sini dia menyadari blunder dari ucapannya sebelumnya. Mencoba mengalihkan pembicaraan pada sebuah topik baru, dan dia arahkan pada sebuah ide klise yang biasa diutarakan pasangan-pasangan baru, mempelajari satu sama lain dan menciptakan harmoni.

Tetapi saya rasa dia masih merasakan efek blunder kalimat sebelumnya sehingga terjadi kesalahan pengucapan “harmonisasi” menjadi “harmonisisasi”. I’m trying to think positive here people

“kupikir kita nggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan mengkudeta apa yang sudah menjadi keinginan…”

Masih merasakan efek blunder kalimat sebelumnya, di sini dia justru memperbesar kesalahan tersebut dengan mengutarakan maksud hatinya yang tersembunyi. Membungkus sebuah penyangkalan dalam bentuk eufimisme halus.

Di sini yang di maksud dengan “ego” tentu saja adalah ego-nya sendiri. Kecuali bila kata yang dia maksud adalah “egois”.

Dia  tanpa sadar menasehati dirinya sendiri untuk tidak menuruti kepentingannya, yaitu meraup keuntungan dari Zaskia. Tapi sifat aslinya berkata lain, hingga muncul lah kalimat lanjutan “mengkudeta apa yang sudah menjadi keinginan“. Di mana keinginannya tentu saja adalah kekayaan Zaskia, dan “mengkudeta” hal tersebut, mengkhianati niat tersebut berarti mundur dari niat awalnya untuk meraup keuntungan.

Bipolar much, Vicky?

“dengan adanya, eh, hubungan ini bukan mempertakut, bukan mempersuram, eh, statusisasi kemakmuran keluarga dia gitu… tapi menjadi confident…”

Dia sudah mulai merasakan kecurigaan Zaskia. That girl is not as naive as he thought. Dia mencoba menenangkan rasa khawatir Zaskia dengan kalimat ini, tapi rasa takut akan ketahuan menguasai nalarnya. Hingga keluarlah kata yang belum pernah kita dengar sebelumnya, “mempertakut”  (catatan 29/1/2014: ternyata kata “mempertakut” adalah kata baku dalam Bahasa Indonesia. Jadi antara Vicky lebih fasih ber-Bahasa Indonesia dibanding sebagian besar masyarakat yang mencemoohnya, atau dia memang benar-benar beruntung).

bikin kata-kata baru itu kan kerjaan gw, Vic...

bikin kata-kata baru itu kan kerjaan gw, Vic…

Vicky mencoba meyakinkan Zaskia bahwa kehadiran dia bukanlah untuk menggoyahkan status ekonomi keluarga Zaskia. Tapi Vicky berusaha mengatakan bahwa kehadirannya justru akan semakin membuat status ekonomi keluarga Zaskia lebih mantap dan lebih stabil. Sehingga Zaskia akan lebih percaya diri (confident) untuk melangkah bersamanya.

Nice try, dude

“tapi kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik… dan… aku sangat bangga…”

Sebuah pernyataan rekursif yang membuktikan kompleksitas otak penipu ulung ini. Kita tahu siasat membutuhkan kecerdasan. Vicky begitu hebatnya, dia memiliki kecerdasan untuk mensiasati kecerdasan. Cerdasception.

Pada akhirnya semua itu memang siasat Vicky untuk meraup keuntungan, karena dia menyadari kondisi ekonominya sangatlah labil. Dia sadar bahwa pertunangannya dengan Zaskia akan membuat kondisi ekonominya menjadi lebih baik. Dan dia bangga akan pencapaiannya itu.

<Zaskia minta dibelikan rumah>

“ya kita komunikasi lagi soal itu…”

<Zaskia tertawa bingung, Vicky tertawa kecut>

Saya yakin ini yang ada di pikiran Vicky saat itu: “syiiiiiiet… gw udah ngomong super keren gitu untuk ngeyakinin dia gw bukan mau morotin, eh… ujung-ujungnya dia minta dibeliin rumah. gw kan kagak punya duit! justru gw yang pengen dibeliin rumah ama doi… syiiiiet…”


Tulisan ini adalah sebuah satire, tujuannya adalah humor semata. Maaf bila ada yang tersinggung. And of course I don’t really do profiling. Biar gak terlalu serius, mending kita nonton video keren berikut ini. Goyang neng…

PS.
Zaskia, kalau mau curhat, contact me okay babe


WHOA! 11,785 VIEWS (as of Jan 29th, 2014 11:35 WIB)! HAHAHA… I REALLY DIDN’T EXPECT THIS! THANK YOU GUYS WHO HAVE HAPPILY WASTED YOUR TIME READING THIS ABSURD ARTICLE. THANK YOU! 😀

Advertisements

15 thoughts on “Analisa Kontroversi Hati & Konspirasi Kemakmuran

  1. analisasi mantab bergejolak yang hanya bisa di hasilkan oleh orang2 nan paham psikologi yg membahana…

    makhluk tuhan itu berkumpul dengan yang setipe, yang bisa saling mengerti hanyalah orang2 yang sejenis, pertanyaan… sudah berapa korban anda tuan? :p

  2. Makin lama saya makin mempertakut, mempersuram dugaan bahwa tulisan ini yang bikin si Vicky. Abisnya modelnya sama, hahahaha. Kalo si Vicky omongan simpel diruwet-ruwetin, kalo tulisan ini masalah simpel dibikin jadi ribet.

    Ini bagaikan mengudeta fakta untuk menyiasati statusisasi kecerdasan si Vicky. Padahal itu orang ngomong kayak gitu emang karena labil kecerdasannya aja. Hahaha.

    Mungkin kontroversi hati sang penulis perlu kita komunikasikan lagi nanti 😀

  3. Ini bisa dikatakan nyaris yang gue pikirin pas mengesktrak kalimatnya si vicky. kalau diliat ya, udah mau jujur tau itu si penipunya. wkwkwkwk.

    great analysis, and good job !

  4. wah keren analisanya. aku yg asalnya ngakak ga ngerti sama sekali jadi paham apa maksud si vicky di balik kata-kata tingkat dewa nya itu. mantap!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s