Jalan-jalan Agustus 2014 (Bagian 1)

Saya dan istri senang jalan-jalan. Apakah itu perjalanan mentereng ke negeri seberang atau sekedar berkunjung ke pelosok pegunungan mengendarai sepeda motor tua. Sejak memiliki anak, kami tidak memiliki banyak kesempatan untuk jalan-jalan berdua. Bisa dibilang seluruh perjalanan kami selalu dilakukan bersama anak-anak. Hingga mereka bahkan mewarisi rasa suka akan perjalanan panjang seperti orang tuanya.

Di bulan Agustus lalu kami akhirnya memiliki kesempatan untuk liburan berdua. Saya mengambil cuti dari kantor dan istri sedang libur masa perkuliahan. Dikarenakan telah lama tidak melakukan perjalanan berdua, tetapi juga mempertimbangkan tanggung jawab finansial, kami sebagai orang tua yang arif dan bijaksana memutuskan untuk berlibur ke negara tetangga Singapura. Cukup jauh dari rutinitas harian kami, tetapi tidak terlalu jauh sehingga membutuhkan banyak biaya. Cicilan dan uang sekolah anak masih tetap menunggu sepulang liburan, ya kan?

Kami berangkat hari Kamis tanggal 21 Agustus 2014. Tepat di hari ulang tahun istri. Tiba di bandara Husein Sastranegara sekitar pukul 05:20, udara Bandung yang dingin langsung menyambut seturunnya dari taksi. Selepas melaksanakan shalat subuh, kami menuju area penumpang.

Setelah menunggu di bandara selama 2 jam, akhirnya pesawat Air Asia yang kami tumpangi lepas landas dari tarmak. Langit berawan menyembunyikan Bandung dari pandangan. Saya mengeluarkan pemutar mp3 sementara istri melanjutkan tidurnya.

Perjalanan hanya memakan waktu 1 jam dan beberapa puluh menit. Setelah menyesuaikan jam tangan dengan zona waktu Singapura, kami menginjakkan kaki di Changi pukul 10:00 waktu lokal.

IMG_20140821_090830Processed with VSCOcam with f2 preset
IMG_20140821_091720IMG_20140821_092611

 

Setelah beristirahat sejenak di ruang penumpang, mengklaim bagasi, dan melewati pemeriksaan imigrasi, kami memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu. Setelah satu jam melahap hidangan makan siang di Burger King, kami bergerak menuju stasiun MRT Changi. Perjalanan dilanjutkan menuju pusat kota negara pulau ini.

Dibekali kartu MRT masing-masing dengan nilai 12 SGD, kami menargetkan tujuan ke daerah Balestier. Kurang dari satu jam, kami pun tiba di stasiun MRT Novena. Stasiun ini terletak di lantai dasar pusat perbelanjaan di kawasan Thomson Road. Keluar dari pusat perbelanjaan tersebut, udara panas Singapura langsung menyapa.

Kami berjalan sekitar setengah jam menyusuri Thomson Rd, hingga tiba di Balestier Rd, lokasi hotel tempat kami akan menginap. Sepanjang jalan menuju hotel, kami mendapati bangunan-bangunan tua bersejarah peninggalan kolonial Inggris. Kawasan bersejarah ini adalah bagian dari Balestier Heritage Trail.

Processed with VSCOcamIMG_20140821_111725
IMG_20140821_160318IMG_20140821_122320

 

Pukul 13:30 tibalah kami di hotel. Tanpa buang waktu kami segera check in di resepsionis dan menuju kamar untuk beristirahat. Kaki-kaki yang pernah berjalan puluhan kilometer ini tidak sekuat dulu lagi.

Kamar yang kami tempati tidak terlalu luas, tapi cukup nyaman untuk pelancong yang bepergian sendiri atau berpasangan. Harganya pun tidak terlalu mahal, sekitar 100 SGD per malam. Dengan fasilitas yang tersedia, lokasi di pusat kota, pemandangan dari jendela kamar yang cukup menyenangkan, saya rasa itu harga yang pantas.

IMG_20140822_071912Processed with VSCOcam

 

Pukul 16:30, setelah puas beristirahat dan hujan di luar pun telah reda, kami memutuskan untuk melanjutkan kegiatan. Sekitar pukul 17:30, kami tiba di stasiun MRT Bugis. Dari sana kami meneruskan perjalanan berjalan kaki menuju daerah Mustafa. Jalur yang kami lewati adalah Kampung Bugis – Bencoolen Street – Jalan Besar -Jalan Sungai -Jalan Perak – Dickson Street – Upper Weld – Kampung Kapor – Mustafa.

 

IMG_20140821_163751IMG_20140821_170811
Processed with VSCOcam
Processed with VSCOcam with f2 preset

Jalan-jalan yang kami lalui cukup sepi dan lenggang. Memang jalur ini bisa dibilang bukan jalur yang biasa dilalui wisatawan. Padahal sepanjang jalan dari Kp. Bugis menuju Mustafa bertebaran bangunan-bangunan tua yang tetap terlihat indah dan asri.

Pukul 18:30 kami tiba di Mustafa. Langit masih terang. Bisa jadi karena zona waktu Singapura adalah GMT +8, sehingga suasananya mirip pukul 17:30 di tanah air. Tetapi kami memutuskan untuk mencari lokasi makan malam. Selain untuk menyesuaikan dengan jadwal lokal, juga karena rute di rencana perjalanan relatif cukup panjang.

Di sebuah restoran di sisi jalan Mustafa kami memesan hidangan khas India: ayam masala dan ayam biryani. Lokasinya cukup nyaman dan rasa masakannya pun memuaskan. Sangat kaya rempah dan kari. Karena saya dan istri sama-sama berdarah Sumatera Barat, makanan-makanan ini cocok sekali. Apalagi ditutup dengan segelas teh tarik dingin. Benar-benar membuat lidah bergoyang.

Saat membayar hidangan yang harganya sekitar 8 SGD seporsi, giliran kepala yang bergoyang. Geleng-geleng. Tapi tak apa, yang penting perut dan hati puas.

Processed with VSCOcam with c1 presetProcessed with VSCOcam
Processed with VSCOcamIMG_20140821_181509

Senja mulai turun, langit mulai berpendar merah oleh matahari yang tenggelam.Kami melanjutkan perjalanan menyusuri kawasan Little India. Hingga tiba di stasiun MRT Farrer Road sekitar pukul 19:30. Dari sana, kami memutuskan untuk menuju Clarke Quay.

Setengah jam kemudian kami tiba di stasiun tujuan, Clarke Quay (NE5). Kami berjalan menuju promenade di tepian Singapore River. Langit sudah gelap. Lampu-lampu pencakar langit di sisi sungai membuat suasana malam begitu romantis.

Berjalan menyusuri sisi sungai sekitar 2 kilometer menuju teluk, kami melewati Coleman Bridge, Parliament House, Raffles Landing Point, Asian Civilisations Museum, The Fullerton, hingga OneRaffles Place. Berhenti sejenak di setiap titik-titik yang menarik. Semula saya hendak mengunjungi Asian Civilisations Museum, tetapi karena malam sudah cukup larut, kami memutuskan untuk mengunjunginya di hari berikut.

IMG_20140821_193130Processed with VSCOcam
IMG_20140821_190212IMG_20140821_194354

Berjalan kaki di malam hari menyusuri tepian Singapore River benar-benar menghapus rasa lelah. Suasananya begitu indah dan nyaman. Apalagi saat bersama orang terkasih. Bila berkunjung ke Singapura, jangan sekedar mengunjungi hiruk pikuk Orchard Road atau Universal Studios. Coba lah promenade menyusuri tepian sungai dari Clarke Quay hingga ke Raffles Place di malam hari. Sejenak bercengkerama di atas Cavenagh Bridge sambil menikmati eskrim sandwich. Tak terlupakan.

Akhirnya kami tiba di ujung rute perjalanan hari pertama, OneRaffles Place, pada pukul 21:00. Suasana masih cukup ramai, namun jadwal yang padat dan rute yang lebih menantang di hari kedua memaksa untuk segera kembali ke penginapan. Dari stasiun MRT Raffles Place kami segera menuju Novena. Dan sekitar pukul 21:30, kami tiba di hotel. Maka berakhirlah perjalanan kami di hari pertama.

Hari kedua kami menuju Sentosa, ArtScience Museum, Esplanade, Makansutra, dan lain-lain. Tunggu di artikel selanjutnya ya… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s