Gagal Move On

Kita sering mendengar istilah “gagal move on” di media sosial. Bukan, bukan soal asmara dan hubungan yang berakhir tragis. Tetapi mengenai diskursus politik negeri ini.

Kata-kata ini biasanya digunakan oleh salah satu pendukung capres 2014 lalu saat ada pendukung capres lawan mengritik kepemimpinan Presiden terpilih. Tahu lah siapa yang mana.

Setahu saya kegiatan mengritik pemerintah itu bukan hal baru. Saya masih ingat berteriak-teriak di jalanan mengritik rezim berkuasa sejak 17 tahun lalu. Jadi kegiatan mengritik pemerintah adalah hal yang lumrah. Proses kontrol pemerintahan oleh rakyat. Kita masih negara demokrasi bukan?

Nah di sini ada hal yang saya agak susah mengerti kelakuan beberapa orang. Apabila saya atau orang lain mengritik Presiden, cap “gagal move on” langsung ditebarkan. “Move on” dari apa? Dari Pemilu 2014? Memangnya mengritik pemerintah itu hanya boleh dilakukan di kala Pemilu?

Jika dalam memraktekan hak kontrol atas pemerintah berbentuk opini publik membuat beberapa orang mengungkit-ungkit Pemilu yang sudah berlalu 1 tahun lebih, maka lantas siapa yang sebenarnya “gagal move on”?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s