Hari #7: Makan

Hari Raya Idul Fitri identik dengan sajian-sajian khas, sebuah kerayaan kuliner. Opor, ketupat, gulai, rendang, kue-kue kering, es sirup, dan sebagainya menemani kegiatan silaturahmi di seluruh pelosok nusantara. Sebuah hajatan besar yang disambut penuh sukacita.

Sesuai etimologinya, eid ul fitr berarti hari raya makan. Sebuah hari di mana kita diharamkan berpuasa. Di mana kita merayakan kemenangan setelah menjalankan ibadah shaum di bulan Ramadan. Menikmati hidangan-hidangan khas bersama keluarga, tetangga, teman, dan sesama umat manusia (jadi jangan sampai lupa membayar zakat fitrah-nya ya).

Memang, suasana lebaran, berkumpul dengan sanak saudara, hidangan yang melimpah dan mengugah selera, terkadang membuat kita lupa diri. Ingat gaes, berlebihan-lebihan itu temannya setan. Tetaplah menjaga konsumsi makanan selama hari raya ini. Perhatikan kesehatan. Memang opor ayam di meja makan terlihat menggiurkan, tapi tak menjadi alasan untuk terus-menerus mengambil sepiring nasi sebagai teman menikmati salah satu kuliner paling lezat se-alam semesta itu. Take it easy on those kue kering and kacang mete. Jangan sampai tekanan darah, kadar kolesterol dan gula darah meningkat pasca hari raya.

Idul Fitri adalah sebuah perhelatan besar sajian-sajian nikmat. Tapi jangan sampai melupakan pelajaran penting dari satu bulan sebelumnya: bersabar dan pengendalian diri. Semoga kita tetap dilimpahi kesehatan dan diberi kesempatan untuk bertemu Ramadan di tahun berikutnya. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s