Kesopanan di Dunia Maya

Kemarin ada seorang komedian menyindir isi sebuah poster melalui akun Twitter-nya. Poster tersebut berisi dukungan terhadap seorang pemimpin organisasi sekaligus ancaman bagi yang berani mengusiknya. Saya sendiri geli sekaligus geram membaca poster itu. Menurut saya pribadi isinya mengeneralisir dan arogan.

Lalu yang terjadi kemudian adalah gelombang hujatan pada sang komedian yang cukup dikenal publik tersebut. Mulai dari dikata-katai tidak lucu, sampah, didoakan tidak lagi mendapat pekerjaan, hingga serangan pada anak & istrinya. Serendah apa akhlak orang yang merendahkan istri orang yang tak dikenalnya?

Di hari yang sama seorang teman saya mengeluhkan situasi media sosial saat ini. Menurutnya, dahulu isi medsos jauh lebih menyenangkan. Lebih banyak berisi canda & kelakar. Tetapi saya sendiri melihat kondisi saat ini adalah lumrah. Apa yang terjadi di dunia nyata lama-kelamaan akan terbawa ke dunia maya. Saat orang-orang menyadari mereka mampu menyuarakan dan menyebarkan pendapatnya, maka mereka tidak akan berhenti.

Saya mengerti masyarakat kita tidak terbiasa berdebat secara sehat. Perbedaan pendapat sering kali ditanggapi secara bermusuhan. Sistem pendidikan dan pola asuhan kita tidak menggalakan perbedaan dan perdebatan. Masih butuh waktu bagi bangsa ini untuk mampu menghargai pandangan-pandangan yang berseberangan secara sehat.

Tetapi kemana sopan santun kita di dunia nyata? Kenapa sifat ini lantas hilang saat kita berinteraksi di dunia maya? Apakah pantas bila kita tiba-tiba mendatangi seseorang yang kita tidak sukai pendapatnya, lalu langsung ke mukanya kita mengatakan kalau istrinya “pecun”? Apa yang tidak pantas di dunia nyata juga tidak pantas di dunia maya.

Semua yang ada di dunia berevolusi, termasuk media sosial. Sia-sia bila kita mencoba menghentikan perkembangannya. Kita cuma bisa beradaptasi dan selalu mengingat bahwa orang berbeda-beda. Tidak bisa dipaksakan paham atau pendapat kita kepada pihak lain. Kita cuma harus bersikap lebih toleran dan sopan. Semoga ada pelajaran yang bisa dipetik dari insiden sang komedian.

Wallahualam bishawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s