Video Bodoh Kampanye

Saya bukan pendukung paslon mana-mana di Pilkada DKI. KTP saya Bandung, domisili pun di Perth. Saya tidak suka FPI sejak belasan tahun lalu dan saya menertawakan aksi Anies Baswedan yang berkunjung ke markas mereka.

Tapi kecerobohan Anies tersebut dikalahkan oleh kecerobohan Ahok yang menerbitkan sebuah video kampanye tidak sensitif dan bodoh beberapa hari lalu di medsos. Berikut alasan saya atas kritik terhadap video tersebut:

1. Fearmongering

Taktik meraih suara dengan cara menimbulkan rasa takut adalah kesan pertama yang muncul dari video tersebut. Takut akan teror dan kerusuhan. Takut akan kelompok lain sehingga satu-satunya jalan adalah memilih sang kandidat agar dapat menjadi pelindung.

Taktik ini biasa dilakukan oleh para diktator, seperti Hitler dan Mussolini. Suharto melakukannya dengan fobia komunis. Trump baru-baru ini memancing dukungan dengan menimbulkan rasa takut akan imigran Muslim dan Meksiko. Sekarang kubu Ahok melakukannya dengan rasa takut akan ekstremisme Islam. Yang seperti ini dianggap wajar?

2. Generalisasi

Apa yang akan masuk ke pikiran anda bila ada kandidat Muslim yang membuat video kampanye yang isinya menggambarkan aksi kelompok kulit putih Kristen rasis & xenofobik KKK? Atau aksi kelompok inkuisisi gereja Katolik Spanyol? Kelompok Budhis radikal Myanmar? Atau teroris Katolik Irlandia Utara sedang mengebom sekolah di kawasan Anglikan Inggris? Yang memiliki nalar pasti akan marah dan mengatakan bahwa video tersebut menggiring opini ke arah generalisasi. Menampilkan satu kelompok dari sisi jahatnya untuk mendiskreditkan mereka.

Lantas kenapa diam saja saat 1.7 milyar umat Islam diwakili oleh segelintir kelompok radikal dalam sebuah video kampanye politik? Apakah itu adil dan berimbang?

3. Memecah belah

Sejak Pilpres masyarakat sudah terkotak-kotak. Lalu kemudian video ini datang dan membuat diskusi semakin memanas. Bukannya meminta maaf, kubu pembuat video justru memgeluarkan narasi-narasi pembelaan, yang kalau saya boleh jujur, semuanya bullshit.

Alih-alih mencoba memperbaiki jurang yang sudah memisahkan masyarakat, konten kampanye tidak sensitif seperti ini hanya semakin memperparah keadaan. Saya sarankan agar kubu Ahok mengeluarkan permintaan maaf dan “fans”-nya berhenti membela tindakan bodoh ini. Jangan hanya karena ingin mengejar kemenangan, integritas pribadi dikorbankan.

Saya tidak peduli siapa pun yang menang di Pilkada DKI nanti. Saya tidak peduli warga Jakarta, apapun agamanya, untuk memilih kandidat yang mana. Tetapi saya sangat tidak suka taktik rendahan yang seharusnya tidak ada di dunia politik digunakan di kampanye. Apapun latar belakang si kandidat. Para calon pejabat publik seharusnya selalu menegakkan keadilan dan menjaga integritas dalam kampanye & tugas. Bukan menggunakan strategi licik hanya demi suara.

Memalukan.

Advertisements

4 thoughts on “Video Bodoh Kampanye

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s