Menjaga Semangat

Tempo hari saya bertanya ke teman-teman di medsos sebelah, bagaimana caranya menjaga semangat saat menjalankan sebuah proyek jangka panjang yang tak ada jaminan kesuksesan di ujungnya.

Saya bertanya mengenai hal ini dalam konteks menulis sebuah buku, yang bisa memakan waktu bulanan hingga tahunan. Beberapa jawaban yang saya terima ada yang berasal dari rekan yang menjalankan sebuah perusahaan startup. Dan ada pula dari rekan yang sedang menjalani program doktorat. Jadi saya rasa poin-poin di bawah ini dapat diterapkan pada berbagai macam proyek jangka panjang. Bahkan mungkin untuk sebuah hubungan antara dua orang manusia, perhaps?

Berikut poin-poin yang saya rangkum dari masukan rekan-rekan:

1. Nikmati perjalanannya.

Sebuah perjalanan panjang pasti memiliki kejadian-kejadian menyenangkan dan tidak menyenangkan. Kita jalani saja semuanya sebagai sebuah pengalaman berharga. Dan kegiatan yang memberikan guru terbaik layak untuk diteruskan.

2. Percaya pada makna yang terkandung di dalam pekerjaan tersebut.

Makna (prayojana, purpose) sebuah pekerjaan berada pada pengejawantahan (manifestasi) dari maksud & tujuan dari kegiatan tersebut. Bila kita tetap percaya akan efeknya, bagi kita yang menjalaninya, bagi orang-orang di sekitar kita, maka semangat itu akan terus terjaga.

3. Percaya pada kemampuan diri sendiri.

Kadang di tengah jalan kita mulai ragu apakah kita punya kemampuan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan berat yang titik akhirnya begitu jauh di depan mata.

Saya jadi teringat pada sebuah anekdot: sebuah mobil menempuh perjalanan jauh di kegelapan malam. Pengemudi cuma bisa melihat sejauh lampu mobil bersinar. Jangankan tujuan, pengemudi bahkan tak akan dapat melihat ujung jalan. Tapi itu tidak membuatnya berhenti mengendarai mobil menuju tujuan.

Intinya: selesaikan sedikit demi sedikit, lama kelamaan akan tuntas juga.

4. Mengingat alasan kita memulainya.

Setiap perjalanan panjang pasti ada awalnya. Dan setiap keputusan kita untuk memulai perjuangan pasti didorong oleh sebuah semangat, sebuah gairah. Ingat-ingat kembali gairah tersebut, niscaya semangat akan kembali membara.

Ayo tuntaskan!

Advertisements

2 thoughts on “Menjaga Semangat

  1. kalau saya lihat ini memang problem hidup di zaman instant gratification ; kita jadi terjebak dalam rewards yang bersifat sementara tapi cepat diperoleh, akhirnya kita lupa kalau kita dulu hidup di masa kita perlu berusaha keras sebelum menuai hasilnya.

    sebenarnya prinsipnya masih sama seperti dulu, cuma kita perlu me-revive, bring our consciousness lagi bahwa hidup ini adalah perjalanan, yang kadang perlu istirahat tapi harus diteruskan.

    saya juga bingung kenapa dulu bisa sabar banget mengerjakan apapun berjam-jam tanpa interupsi, sedangkan sekarang ini baru 30 menit aja udah ngecek notifikasi di handphone.

    masalahnya jika kita terjebak dalam hal-hal instant itu, kita tidak bisa mengerjakan tugas jangka panjang, padahal dalam hidup ini kita harus meninggalkan legacy untuk penerus kita.

    iya benar kita semua seperti pengemudi yang berjalan di kegelapan, tapi kalau kita punya cahaya dalam pikiran kita maka kita akhirnya akan sampai juga ditujuan dengan selamat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s