Moral dan Relevansi Kitab Suci

Salah satu meme* yang biasa digunakan ateis dalam menyerang kelompok teis adalah keusangan (obsoleteness) dan ketidak relevanan (irrelevancy) kitab suci dalam kebutuhan manusia akan moralitas. Dalam argumennya mereka mengatakan bahwa untuk menjadi manusia bermoral seseorang tidak membutuhkan agama atau segala komponennya; para nabi, kitab suci, hingga sosok entitas omnipoten. Ini tentu saja adalah sanggahan terhadap argumen kelompok teis yang menggeneralisasi kelompok ateis sebagai manusia-manusia amoral. Tulisan ini tidak tentang proses kemunculan moral dalam seorang insan semenjak ia dilahirkan. Tetapi lebih ke tanggapan apakah kitab-kitab suci agama-agama di dunia memiliki peran dalam perkembangan moralitas masyarakat modern. Tulisan ini adalah pendapat pribadi.

Continue reading

Advertisements