Catatan dari Saigon

Di artikel ini saya hendak berbagi beberapa informasi bagi pembaca yang berencana untuk mengunjungi Saigon, Vietnam.

Saigon, atau nama resminya Ho Chi Minh City, adalah salah satu dari dua kota utama Vietnam. Ibukota Vietnam, Hanoi, terletak sekitar 1500 kilometer ke utara. Saigon berada di bagian selatan negara tersebut dan beriklim tropis. Namun kelembaban udaranya tidak terlalu tinggi, jadi walaupun temperaturnya tipikal daerah tropis, namun tidak terasa segerah di Jakarta misalnya.

Menuju Saigon

Berkunjung ke Vietnam tidak memerlukan visa khusus. Karena sesama anggota ASEAN, saya hanya mengandalkan paspor untuk masuk ke negara tersebut. Namun lama kunjungan saya dibatasi. Kalau tidak salah maksimum dua minggu bila masuk tanpa visa.

Menggunakan taksi dari bandara ke penginapan, saya memilih taksi yang direkomendasikan teman yang pernah tinggal di Saigon. Ada dua merek taksi: Vinasun & Mailinh. Pool-nya ada di lantai atas, di terminal kedatangan. Waktu itu saya membayar 150.000 Dong untuk sampai ke hotel di jalan Lê Thánh Tôn, District 1; 140.000 untuk taksi, 10.000 tip. Bila di-rupiah-kan, ini tidak sampai seratus ribu rupiah.


Komunikasi

Begitu sampai di bandara, akan ada banyak kios menawarkan SIM card bagi ponsel. Saat di Saigon saya menggunakan kartu dari Viettel. Dan tidak mengecewakan. Setiap saat, di setiap sudut kota, saya mendapatkan koneksi 4G.

Komunikasi verbal menggunakan Bahasa Inggris sangat nyaman. Hampir semua orang yang saya ajak berkomunikasi dapat menggunakan Bahasa Inggris dasar (dengan pengecualian supir taksi yang membawa saya dari dan ke bandara). Mulai dari kasir minimarket, kasir kios froyo di mal, petugas hotel, pelayan di McD, barista di kafe, pelayan di sushi bar, petugas museum, semuanya lancar berkomunikasi dalam Bahasa Inggris, walau dengan pengucapan yang sedikit terpengaruh dialek lokal.

Mata Uang

Mata uang Vietnam adalah Dong. Nilainya tidak terlalu berbeda dengan Rupiah dan tersedia hingga dalam pecahan lima ratus ribu. 100 ribu Rupiah sama dengan sekitar 170 ribu Dong. Hati-hati dalam menggunakan uang kertasnya yang memiliki banyak varian dan desainnya terlihat serupa bila tak cermat.

Ada banyak ATM tersedia di District 1, namun saat di sana saya paling banyak menggunakan ATM HSBC yang ada di dalam Central Post Office. Saya dapat menarik langsung uang dari rekening BCA (Indonesia) dan Commonwealth (Australia) saya.

Lokasi Menarik

Hampir semua tujuan saya di kunjungan terakhir berada di daerah District 1, berdekatan dengan sungai Sai Gon yang melintasi kota tersebut. Untuk yang berminat mengunjungi situs-situs peninggalan kolonial Prancis di Vietnam, saya sarankan untuk menginap di daerah District 1. Daerahnya asri, dengan jalan-jalan rapi dan trotoar lebar yang dihiasi pepohonan. Dan sebuah plaza luas sepanjang hampir 1 kilometer di antara jalan Nguyen Hue, mulai dari City Hall hingga sisi sungai. Setiap situs berada dalam jangkauan berjalan kaki. Dan berjalan terasa nyaman di daerah Disrict 1. FitBit mencatat saya berjalan sejauh 23 kilometer selama 3 hari di sana.

View this post on Instagram

#VolksgeistSaigon

A post shared by Arie M. Prasetyo (@arisetyo) on

 

Beberapa tempat yang saya kunjungi selama di sana: City Hall, Opera House, pasar Ben Thanh, War Remnants Museum, Book Street, Independence Palace, Central Post Office, dan jalan-jalan di sekitar District 1 yang dipenuhi area komersial menarik. Arsitektur peninggalan kolonial Prancis terasa di banyak sisi kota. Dan melihat-lihat ruko (rumah toko) di Saigon yang berdesain khas,– sempit namun tinggi hingga 4-5 lantai–, dengan segala macam dagangannya adalah pengalaman yang cukup menarik.

View this post on Instagram

toko dorayaki #VolksgeistSaigon

A post shared by Arie M. Prasetyo (@arisetyo) on

 

Lalu Lintas

Lalu lintas di Saigon sangat menantang. Kendaraan berjalan di sisi kanan jalan. Namun sering kali saya tidak paham lagi di sisi mana mereka seharusnya berjalan. Seolah-olah tidak ada aturan. Jadi ya menyebrang jalan adalah sebuah aktivitas yang cukup mendebarkan. Namun bila punya bekal pengalaman menyebrang di Indonesia, saya rasa sudah cukup. Berjalan dengan mantap, pengendara akan berusaha menghindari kita. Namun tetap waspada.

Lalu lintas didominasi oleh sepeda motor. Selama di sana saya tidak melihat ada bus transportasi umum. Namun di beberapa titik di District 1 terlihat sedang ada pembangunan MRT kereta api bawah tanah. Satu lagi, pengemudi di Saigon senang membunyikan klakson.

Makanan dan Minuman

Harga makanan bisa dibilang murah. Lebih murah bila dibandingkan dengan Jakarta atau apalagi Singapura. Mencari makanan halal juga tidak terlalu sukar. Ada banyak restoran Malaysia di daerah District 1. Misalnya di dekat Masjid Musulman di daerah Bến Nghé, dan di jalan Nguyen An Ninh di dekat pasar Ben Thanh. Makanan halal ini selain juga mencakup makanan khas Vietnam seperti Pho. Saya merekomendasikan Ban Pho sebagai sarapan di pagi hari. Maknyus.

Selama di Saigon, jangan lupa untuk mencoba es kopi khasnya, Ca Phe Sua Da. Benar-benar enak dan tidak seperti Vietnamese drip yang biasa disajikan di cafe-cafe di Indonesia. Kafe yang saya rekomendasikan adalah Phuc Long. Ada banyak gerainya tersebar di seluruh Saigon. Dan di malam hari kafe-kafe Phuc Long biasa menjadi tempat nongkrong pemuda-pemudi kota tersebut.

Penutup

Secara keseluruhan saya menikmati pengalaman selama di Saigon dan tidak akan menolak bila ditawari berkunjung kembali ke sana. Saya merekomendasikan kota ini bagi pelancong yang ingin menikmati suasana Asia Tenggara di negara lain; berbeda namun familiar. Bagi saya, kekayaan sejarah, suasana kota, dan harga-harga yang relatif murah adalah tiga hal yang menjadi daya tarik utamanya.

View this post on Instagram

Virgin Mary #VolksgeistSaigon

A post shared by Arie M. Prasetyo (@arisetyo) on

 

Post Script

  1. Untuk melihat lebih banyak foto-foto dari kunjungan saya ke Saigon, silakan buka profil saya di Instagram.
  2. Terima kasih kepada Ario atas tips-nya tentang Saigon sebelum kunjungan saya tempo hari.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.