Dingin & Pragmatis

Kala elit politik terang-terangan memperlihatkan bahwa mereka adalah para pemain yang pragmatis, pendukung fanatik terus saja memuja remah-remah idealisme yang tersisa di para junjungan. Bahkan para pendengung politik yang seharusnya lebih profesional, masih terjebak dalam dikotomi kami vs kalian di media massa dan media sosial. Dengan hiruk pikuk yang disebabkan oleh terobrak-abriknya identitas politik para kandidat, seharusnya kita semua sudah dapat melihat di luar lingkup identitas ideologi, apakah ideologi dunia ataupun ilahiah. Seharusnya kita mulai melihat para kandidat lebih kepada program-program yang mereka tawarkan, bukan sekadar identitas yang berhasil (atau gagal) mereka tampilkan. Sudah saatnya pemilih di Indonesia untuk lebih cermat dan logis.

Continue reading