Pribumi

Di tahun 1986-1990 saya tinggal di kota Pematangsiantar. Saya bersekolah di sekolah dasar di Perguruan Sultan Agung, sebuah sekolah swasta yang cukup terkenal di sana. Mungkin dapat dibandingkan dengan perguruan St. Aloysius di Bandung. Saat bersekolah di sana, saya sempat mewakili kabupaten Simalungun sebagai anggota merangkap juru bicara tim Cerdas Cermat. Kami tampil di TVRI Stasiun Medan bersama dua tim lainnya. Tim dari SD saya alhamdulillah mendapatkan posisi pertama. Dan ibu saya juga gembira karena sering disorot juru kamera.

Continue reading

Advertisements

Moral dan Relevansi Kitab Suci

Salah satu meme* yang biasa digunakan ateis dalam menyerang kelompok teis adalah keusangan (obsoleteness) dan ketidak relevanan (irrelevancy) kitab suci dalam kebutuhan manusia akan moralitas. Dalam argumennya mereka mengatakan bahwa untuk menjadi manusia bermoral seseorang tidak membutuhkan agama atau segala komponennya; para nabi, kitab suci, hingga sosok entitas omnipoten. Ini tentu saja adalah sanggahan terhadap argumen kelompok teis yang menggeneralisasi kelompok ateis sebagai manusia-manusia amoral. Tulisan ini tidak tentang proses kemunculan moral dalam seorang insan semenjak ia dilahirkan. Tetapi lebih ke tanggapan apakah kitab-kitab suci agama-agama di dunia memiliki peran dalam perkembangan moralitas masyarakat modern. Tulisan ini adalah pendapat pribadi.

Continue reading

Menjaga Semangat

Tempo hari saya bertanya ke teman-teman di medsos sebelah, bagaimana caranya menjaga semangat saat menjalankan sebuah proyek jangka panjang yang tak ada jaminan kesuksesan di ujungnya.

Saya bertanya mengenai hal ini dalam konteks menulis sebuah buku, yang bisa memakan waktu bulanan hingga tahunan. Beberapa jawaban yang saya terima ada yang berasal dari rekan yang menjalankan sebuah perusahaan startup. Dan ada pula dari rekan yang sedang menjalani program doktorat. Jadi saya rasa poin-poin di bawah ini dapat diterapkan pada berbagai macam proyek jangka panjang. Bahkan mungkin untuk sebuah hubungan antara dua orang manusia, perhaps?

Berikut poin-poin yang saya rangkum dari masukan rekan-rekan:

Continue reading

Islam Tidak Susah

Percakapan mengenai riba beberapa hari terakhir ini mengingatkan saya akan materi pengajian yang saya ikuti beberapa minggu lalu. Saat itu sang ustadz mengutip salah satu bagian di Al-Baqarah ayat 143, “Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) umat pertengahan“. Yang bisa saya ambil dari kutipan tersebut adalah keluwesan Islam. Dalam Islam, semuanya dilakukan secukupnya. Ibadah kita dilakukan dalam moderasi (in moderation). Tidak terlalu bebas, tak juga terlalu kaku. Islam itu tidak ekstrim, mudah untuk dilaksanakan, dan tidak merepotkan penganutnya.

Continue reading

Tanggapan Atas Tanggapan Atas “Warisan”

Beberapa hari yang lalu, Afi Nihaya Faradisa, seorang siswi SMA dari Banyuwangi membuat tulisan berjudul Warisan yang lantas menjadi viral. Dari yang saya baca, inti tulisan tersebut adalah mengajak bangsa Indonesia untuk berhenti menilai orang lain dari agamanya. Berhenti merasa lebih baik dari yang lain hanya karena perbedaan iman. Menurut saya sebuah tulisan dengan isi yang luhur. Sama sekali tidak ada yang salah dari pesan yang hendak ia sampaikan.

Continue reading

Kenapa RK Harus Dibela

Keputusan Ridwan Kamil untuk maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jabar mulai menunjukkan reaksi. Dan bukan reaksi yang bersifat positif atau alami. Seperti yang dilaporkan di artikel ini, berbagai fitnah dan serangan atas pribadi RK mulai bermunculan di media. Beberapa orang mungkin lantas bertanya: kenapa harus membela RK? Memangnya apa prestasi dia untuk Bandung, untuk negara?

Continue reading

Tugas Membaca

Salah satu hal yang saya sukai dari sistem edukasi di Australia adalah tugas membaca (reading assignment). Setiap beberapa hari setiap anak akan membawa pulang buku untuk dibaca di rumah. Orang tua dapat berdiskusi dengan anak tentang buku yang sudah selesai ia baca. Topik diskusinya bebas. Orang tua dapat meminta anak menceritakan ulang isi buku atau sekedar menanyakan kesan anak terhadap buku yang baru ia baca. Kita juga dapat berdiskusi tentang kosakata-kosakata baru yang mungkin belum dimengerti oleh anak. Materi yang dibaca tidak akan keluar dalam ujian atau tes. Tugas ini hanya untuk melatih kemampuan bahasa dan membaca para siswa. Dan tentu saja mengakrabkan mereka dengan buku.

Continue reading