Tugas Membaca

Salah satu hal yang saya sukai dari sistem edukasi di Australia adalah tugas membaca (reading assignment). Setiap beberapa hari setiap anak akan membawa pulang buku untuk dibaca di rumah. Orang tua dapat berdiskusi dengan anak tentang buku yang sudah selesai ia baca. Topik diskusinya bebas. Orang tua dapat meminta anak menceritakan ulang isi buku atau sekedar menanyakan kesan anak terhadap buku yang baru ia baca. Kita juga dapat berdiskusi tentang kosakata-kosakata baru yang mungkin belum dimengerti oleh anak. Materi yang dibaca tidak akan keluar dalam ujian atau tes. Tugas ini hanya untuk melatih kemampuan bahasa dan membaca para siswa. Dan tentu saja mengakrabkan mereka dengan buku.

Continue reading

Diskusi Dengan Kelompok “Flat Earth” Indonesia

Kemarin saya berkesempatan bergabung (“dimasukkan” lebih tepatnya*) ke sebuah closed group di Facebook yang berisi orang-orang Indonesia yang mendukung paham Flat Earth. Apa itu Flat Earth rasanya tidak perlu saya jelaskan lagi. Sudah banyak artikel yang membahas fenomena global ini. Dan tentu saja sebagai orang yang selalu ingin tahu saya pun segera menulis sebuah post yang cukup panjang di sana. Artikel ini adalah gabungan post saya dan reply dari anggota kelompok tersebut.

Update:yang memasukkan juga sudah di-kick.

Continue reading

Laporan Debat 1 Pilkada DKI-1

Di debat Pilkada DKI tadi malam, saya melihat petahana seperti tidak terlalu bersemangat. Konsep yang ditawarkan masih tidak jauh dari infrastruktur dan melanjutkan program yang sudah ada. Tidak terlihat ada semangat untuk merangkul swing voter. Di mata saya sikapnya terlalu complacent. Apakah karena rasa percaya diri yang berlebihan? Saya tidak tahu.

Pesaing terkuatnya, Anies-Sandi juga tidak lebih baik. Terlalu banyak menggunakan bahasa kelas akademisi, dengan konsep-konsep tinggi dan bertabur jargon. Tujuannya membuat Jakarta lebih bermoral menurut saya pribadi hanya menarik bagi sebagian kecil segmen pemilih. Pemilih butuh solusi yang tangible. Pemilih butuh kail, lebih baik kalau ikannya langsung. Bukan empang.

Continue reading

Kafir, Peyorasi, Kearifan

Apa yang ada di pikiran anda saat saya mengajak anda ‘hepi-hepi di karaoke’ lalu ‘pijat-pijat di spa’? Bagi banyak orang ajakan tersebut membawa kesan negatif. Akibatnya banyak tempat usaha karaoke dan spa menambahkan kata ‘keluarga’ di belakangnya demi menanggalkan citra buruk yang sudah terlanjur melekat. Sebuah contoh sederhana proses peyorasi (perubahan makna kata menjadi berkesan lebih rendah/kasar daripada makna semula) pada kosakata.

Continue reading

Resep dan Biaya Kesehatan

Di negara kita ada sebuah ungkapan yang lucu sekaligus perih: orang miskin dilarang sakit. Lucu karena sifatnya yang menertawakan diri sendiri, menertawakan kondisi pelayanan kesehatan yang gitu-gitu aja. Ungkapan tersebut juga terasa perih karena kita masih dapat melihat orang-orang yang tidak mampu mendapat layanan kesehatan. Mulai dari kendala infrastruktur hingga tidak mampu secara finansial.
Continue reading

Hari #12: Smonday

Beberapa hari lalu saya mempelajari sebuah kata baru: smonday. Menurut definisi yang saya dapat di internet, smonday dapat diartikan sebagai: emosi yang kita rasakan saat hari Minggu tak lagi terasa seperti hari Minggu dan rasa gelisah akibat semakin dekatnya hari Senin mulai merasuk. Saya yakin kita semua pernah mengalaminya. Apakah dulu sewaktu masih sekolah atau saat sudah menjadi pekerja.

Continue reading