War: A Poem

War

War is a blood red day.
War smells like rotten egg.
War tastes like disgusting broccoli.
War sounds like Beple screaming.
War feels like we are in jail.
War looks like earth is destroyed.

by Ghaniya

This is a poem written by my daughter at her school. I don’t know what a Beple is either.

Edit (09-12-2017): Beple is a typo. My daughter told me that it’s supposed to be people. Now it makes so much more sense. My bad, kiddo.

Advertisements

Meninggalkan Sarang

Para orang tua akan mengalami yang namanya momen “leaving the nest“. Masa-masa di mana anak yang beranjak dewasa mulai menjelajah dunia sendirian. Belasan tahun menjaga & menemani,- mulai dari mengajarinya berjalan, mengendarai sepeda, hingga melepaskannya berangkat sekolah sendirian-, lalu akan tiba saatnya untuk melepaskan pegangan tangan.

Continue reading

“Para Pendukung Fanatik Jokowi” dalam 5 Fabel Sederhana

Saat ini artikel saya yang diterbitkan 4 hari lalu dengan judul “Para Pendukung Fanatik Jokowi” telah mencapai 115 ribu lebih views dengan 400 lebih komentar. Terus terang, saya tidak menyangka artikel yang merupakan curahan kekesalan pribadi ini mendapat tanggapan yang begitu luas dan begitu beragam.

Tetapi ada satu hal yang sulit untuk saya pahami, yaitu berbagai misinterpretasi terhadap tulisan itu. Saya tidak mengerti apakah diakibatkan oleh gaya penulisan yang terlalu rumit hingga sulit dicerna intinya. Atau apakah karena beberapa pembaca meresponnya dengan penuh emosi dan tidak mampu memandangnya melalui sudut pandang yang jernih.

Oleh sebab itu, untuk menjelaskan inti dari tulisan tersebut, sekaligus untuk menjawab puluhan komentar dari pembaca yang rupanya menemui kesulitan dalam memahaminya, saya akan menjabarkan inti-inti dari “Para Pendukung Fanatik Jokowi” dalam 5 buah fabel sederhana. Semoga setelah fabel-fabel yang seharusnya mudah dipahami ini, tidak akan ada lagi misinterpretasi. Selamat membaca. 🙂

Continue reading

My Father Will Vote for Prabowo and I Understand Why

This article is not in favor of or in any way promoting any of the presidential candidates. This is purely a personal opinion.

For the hundreds of thousands of this great nation’s military, the integrity of the republic is a price they are willing to die for. “NKRI harga mati” is their ideology and they will defend it at all cost.

My father and I, we seldom see things eye to eye. I can still remember the arguments we had during the days of Suharto’s fall in 1998. My father, an Army colonel, was born in West Sumatra, served his country for 3 decades, including operations in Egypt-Israel border with the UN forces, and has a degree from a military school in San Antonio, Texas, USA.

He, of course, a strong believer of the Suharto’s regime. Meanwhile, I was his rebellious son, a university student who marched on the street demanding the fall of Suharto. At the time, I didn’t understand his staunch support for the Orba regime, but now I have learned to understand his choices.

Continue reading

“Senja Datang” (Musikalisasi Puisi)

Segala yang memiliki awal, pasti memiliki akhir. Karena akhir adalah keniscayaan.

Lebih dari satu tahun sejak Dila memukau saya dengan musikalisasinya terhadap puisi saya, akhirnya bagian ketiga dari sebuah trilogi pun lengkap. Penantian yang sangat sepadan, musikalisasi “Senja Datang” oleh Dila menjadi sebuah karya yang sangat menggugah, penuh emosi, sebuah kemenangan rasa. I am so humbled.

Di musikalisasi ini saya juga mendapat kehormatan karena diberi izin oleh seorang musisi berbakat untuk menggunakan karyanya. Terima kasih kepada Febriann (Layur) yang memperbolehkan lagunya “Secangkir Teh, Rintik Hujan dan Beberapa Baris Melodi” yang indah untuk digabungkan dengan puisi saya yang sederhana ini.

Both of you, thank you. Such an honor.

*Klik tautan artikel untuk menampilkan puisi.

Continue reading

Dago Golf 3

Minggu lalu adalah hari-hari terakhir Inmotion & Oray Studios berkantor di Jl. Dago Golf Raya no. 3, sebuah rumah besar dengan arsitektur modern di sisi perbukitan Dago Utara, Bandung. Walaupun sudah sekitar satu tahun lebih sejak terakhir berkantor di Inmotion, tetapi saya masih sering bertandang ke Dago Golf 3. Ada banyak kenangan indah di sana.

Continue reading