Moral dan Relevansi Kitab Suci

Salah satu meme* yang biasa digunakan ateis dalam menyerang kelompok teis adalah keusangan (obsoleteness) dan ketidak relevanan (irrelevancy) kitab suci dalam kebutuhan manusia akan moralitas. Dalam argumennya mereka mengatakan bahwa untuk menjadi manusia bermoral seseorang tidak membutuhkan agama atau segala komponennya; para nabi, kitab suci, hingga sosok entitas omnipoten. Ini tentu saja adalah sanggahan terhadap argumen kelompok teis yang menggeneralisasi kelompok ateis sebagai manusia-manusia amoral. Tulisan ini tidak tentang proses kemunculan moral dalam seorang insan semenjak ia dilahirkan. Tetapi lebih ke tanggapan apakah kitab-kitab suci agama-agama di dunia memiliki peran dalam perkembangan moralitas masyarakat modern. Tulisan ini adalah pendapat pribadi.

Continue reading

Advertisements

Islam Tidak Susah

Percakapan mengenai riba beberapa hari terakhir ini mengingatkan saya akan materi pengajian yang saya ikuti beberapa minggu lalu. Saat itu sang ustadz mengutip salah satu bagian di Al-Baqarah ayat 143, “Kami telah menjadikan kalian (umat Islam) umat pertengahan“. Yang bisa saya ambil dari kutipan tersebut adalah keluwesan Islam. Dalam Islam, semuanya dilakukan secukupnya. Ibadah kita dilakukan dalam moderasi (in moderation). Tidak terlalu bebas, tak juga terlalu kaku. Islam itu tidak ekstrim, mudah untuk dilaksanakan, dan tidak merepotkan penganutnya.

Continue reading

Kenapa Awan Mengapung dan Laut Tidak

Gravitasi adalah percepatan (akselerasi) yang terjadi akibat kurvatur ruang. Kurvatur ruang ini sendiri terjadi akibat pengaruh massa yang ada di ruang tersebut. Semakin besar massa, maka kurvatur semakin tajam, dan akibatnya percepatan semakin tinggi. Konsep gravitasi ini banyak yang belum mengerti. Orang awam rata-rata mengartikan gravitasi secara sederhana sebagai tarikan ke bawah. Padahal konsep “bawah” sendiri muncul karena ada gravitasi. Tanpa gravitasi tidak akan ada “atas” atau “bawah”. Buat sebagian orang konsep ini terlalu susah untuk diikuti sehingga mereka malah dengan gamblang mengatakan kalau “gravitasi itu tidak ada”.

Continue reading

Diskusi Dengan Kelompok “Flat Earth” Indonesia

Kemarin saya berkesempatan bergabung (“dimasukkan” lebih tepatnya*) ke sebuah closed group di Facebook yang berisi orang-orang Indonesia yang mendukung paham Flat Earth. Apa itu Flat Earth rasanya tidak perlu saya jelaskan lagi. Sudah banyak artikel yang membahas fenomena global ini. Dan tentu saja sebagai orang yang selalu ingin tahu saya pun segera menulis sebuah post yang cukup panjang di sana. Artikel ini adalah gabungan post saya dan reply dari anggota kelompok tersebut.

Update:yang memasukkan juga sudah di-kick.

Continue reading

Pahami Situasi

Beberapa waktu lalu saya menulis mengenai diskursus LGBT yang semakin meluas di masyarakat dan reaksi dari kelompok pro yang semakin gencar membela keyakinannya. Di artikel tersebut saya mempertanyakan kearifan gerakan aktivis pro-LGBT di negara yang mayoritas religius konservatif ini.

Ada satu hal yang sangat ingin saya utarakan di sini berkaitan dengan perkembangan situasi dialektika yang semakin tidak menentu. Saya prihatin melihat kedua pihak sama-sama bersikap keras kepala, menggunakan us-versus-them mentality, dan memandang banyak hal hanya melalui lensa hitam dan putih.

Continue reading

Ulasan “Interstellar” (2014)

PERINGATAN: Artikel ini berisi jalan cerita film Interstellar. Jangan dibaca sebelum menyaksikan filmnya.

 

Film fiksi-ilmiah terbaru dari Christopher Nolan, Interstellar, akhirnya ditayangkan 6 November lalu. Saya sendiri telah menunggu lebih dari satu tahun semenjak teaser trailer film ini muncul di YouTube pertengahan 2013 lalu. Dan penantian tersebut benar-benar sepadan. Sebuah film megah, dengan pertanyaan-pertanyaan dan pernyataan-pernyataan besar.

Continue reading