Jangan Berpaling Dari Negeri Sendiri

Awalnya adalah subtweet berikut dari Wiku. Semula saya mengira bahwa ini ajakan untuk “twitwar” mengenai musik atau dunia teknologi informasi, oleh sebab itu saya menjawabnya dengan subtweet berikut yang bernada “tantangan”, dan tentu saja bercanda. Tetapi seiring dengan berjalannya linimasa, ternyata yang hendak dibahas oleh teman saya ini adalah masalah yang dapat disebut serius. So, kalau respon tadi menyinggung perasaan, gw minta maap ya bro.. ūüėÄ

Ini adalah salah satu hal yang saya kurang suka dari percakapan digital, apakah itu instant message, tweet, atau comment section. Hampir 70% dari ide yang kita komunikasikan sehari-hari dikejawantahkan oleh bahasa tubuh. Mungkin itu sebabnya emoticon terlahir, untuk membantu percakapan dingin melalui kabel ini menjadi lebih manusiawi.

Tadi sewaktu diskusi dengan Wiku di Twitter, ada salah seorang teman kami yang mengirim pesan pada saya untuk menahan diri dari membahas masalah agama di Twitter. Sebagian saya setuju, Twitter sama sekali bukan tempat untuk mendiskusikan masalah sensitif dan dapat terhindar dari penyalahartian makna. Tetapi di sisi lain, kedewasaan adalah kemampuan untuk mendiskusikan masalah sensitif dengan kepala dingin, bukan menghindarinya. Oleh sebab itu saya memutuskan untuk menulis artikel ini. Untuk melanjutkan diskusi di Twitter tadi, sekaligus semoga dapat menjelaskan tweet saya sebelumnya andai kata terjadi kesalahfahaman. So, to clear the water, this is my explanation.

Continue reading

Adam, Hawa, dan Genetika

Awalnya adalah sebuah tweet dari @ribosa yang menanyakan:¬†“Adam dan Hawa punya pusar gak?”. Buat para follower beliau¬†di Twitter pasti sudah tau konteks tweet tersebut. The whole creationism vs. evolutionism thingy.¬†Sebagai pendukung teori evolusi dan sesama penggemar Richard Dawkins, otomatis saya tergerak untuk me-reply.

Sebelum membahas lebih jauh, saya hendak menjelaskan dulu posisi saya dalam hal debat evolusi versus penciptaan. Saya adalah pendukung setia teori evolusi. Tapi saya bukan bagian dari kelompok pemikiran Richard Dawkins atau Stephen Hawking yang memandang evolusi sebagai peristiwa yang murni berawal dari kesempatan (chance). Dan jelas saya bukan pendukung teori penciptaan, di mana isinya menjelaskan bahwa alam semesta diciptakan seperti kondisi saat ini dalam waktu 7 hari. Sebagai orang yang dicekoki biokimia dan genetika di bangku kuliah, teori penciptaan bagi saya adalah, jujur, membohongi logika.

Continue reading

Liberal Man, Conservative Parent

Recently I read several people discussing on Twitter about, using the term used by one of the member of the discussion, early “indoctrination” of religion, i.e. is it acceptable to be teaching religious scriptures to children at early age. The discussion, to my perception, quickly dissolved into a conservative against liberal view of religion.

Well, I’m certainly wouldn’t be picked first if you’re wanting the most religious guy from my circle. I’m far from a zealous practitioner of my religion. Even my wife, who’s not by any measure is a conservative, thinks I’m pretty liberal.

As in any kind of topic, we need to make sure, at least, ¬†we¬†took a peek from every angles possible. We’re talking about children here, so make damn sure we also see it from parents’ perspective.

Continue reading