Catatan dari Saigon

Di artikel ini saya hendak berbagi beberapa informasi bagi pembaca yang berencana untuk mengunjungi Saigon, Vietnam.

Continue reading

Advertisements

Ulama Yang Sejuk

Beberapa hari lalu, dalam percakapan mengenai serangan Israel ke Gaza baru-baru ini, saya membaca seseorang menuliskan bahwa tindakan Israel dapat dibenarkan. Mereka (Israel) hanya membela diri dari “serangan roket jihad”, ujarnya. Saya menerangkan ke dia bahwa ia mengartikan jihad secara keliru. Kemudian dia membalas keterangan saya dengan mengutip beberapa ayat dari Al-Anfaal, seolah-olah tujuan umat Muslim adalah memberantas mereka yang berbeda. Saya segera membalas dengan mengatakan bahwa ia mengutip ayat-ayat tersebut di luar konteks. Namun setelah penjelasan panjang lebar, ia kemudian membalas dengan argumen bahwasanya semua Muslim yang bersikap baik saat tinggal di negeri Barat sesungguhnya hanya sedang dalam misi taqiyya. Saya bilang ini menggelikan. Sama menggelikannya dengan percaya teori-teori konspirasi berdasar paranoia. Ia pun bertanya, apakah ada negara mayoritas Muslim di mana non-Muslim diperlakukan sepadan?

Continue reading

Swafoto dan Para Pendengung

Tidak pernah ada pemerintahan yang sempurna. Tidak dalam ratusan ribu sejarah umat manusia. Akan selalu ada pihak yang merasa tidak diperlakukan adil. Demikian pula dengan para petahana di negeri ini; mulai dari Republik, Provinsi, hingga Kotamadya. Saya tidak pernah melihat mereka sebagai para administrator tanpa cela. Ada banyak hal yang dapat dikritik dari kinerja mereka semua. Adalah tugas warga negara untuk mengritik secara proporsional terhadap para penampuk mandat, pun untuk menghargai dan memberi tahniah pada pencapaian sekecil apapun.

Continue reading

Pribumi

Di tahun 1986-1990 saya tinggal di kota Pematangsiantar. Saya bersekolah di sekolah dasar di Perguruan Sultan Agung, sebuah sekolah swasta yang cukup terkenal di sana. Mungkin dapat dibandingkan dengan perguruan St. Aloysius di Bandung. Saat bersekolah di sana, saya sempat mewakili kabupaten Simalungun sebagai anggota merangkap juru bicara tim Cerdas Cermat. Kami tampil di TVRI Stasiun Medan bersama dua tim lainnya. Tim dari SD saya alhamdulillah mendapatkan posisi pertama. Dan ibu saya juga gembira karena sering disorot juru kamera.

Continue reading

Moral dan Relevansi Kitab Suci

Salah satu meme* yang biasa digunakan ateis dalam menyerang kelompok teis adalah keusangan (obsoleteness) dan ketidak relevanan (irrelevancy) kitab suci dalam kebutuhan manusia akan moralitas. Dalam argumennya mereka mengatakan bahwa untuk menjadi manusia bermoral seseorang tidak membutuhkan agama atau segala komponennya; para nabi, kitab suci, hingga sosok entitas omnipoten. Ini tentu saja adalah sanggahan terhadap argumen kelompok teis yang menggeneralisasi kelompok ateis sebagai manusia-manusia amoral. Tulisan ini tidak tentang proses kemunculan moral dalam seorang insan semenjak ia dilahirkan. Tetapi lebih ke tanggapan apakah kitab-kitab suci agama-agama di dunia memiliki peran dalam perkembangan moralitas masyarakat modern. Tulisan ini adalah pendapat pribadi.

Continue reading

Menjaga Semangat

Tempo hari saya bertanya ke teman-teman di medsos sebelah, bagaimana caranya menjaga semangat saat menjalankan sebuah proyek jangka panjang yang tak ada jaminan kesuksesan di ujungnya.

Saya bertanya mengenai hal ini dalam konteks menulis sebuah buku, yang bisa memakan waktu bulanan hingga tahunan. Beberapa jawaban yang saya terima ada yang berasal dari rekan yang menjalankan sebuah perusahaan startup. Dan ada pula dari rekan yang sedang menjalani program doktorat. Jadi saya rasa poin-poin di bawah ini dapat diterapkan pada berbagai macam proyek jangka panjang. Bahkan mungkin untuk sebuah hubungan antara dua orang manusia, perhaps?

Berikut poin-poin yang saya rangkum dari masukan rekan-rekan:

Continue reading

Tanggapan Atas Tanggapan Atas “Warisan”

Beberapa hari yang lalu, Afi Nihaya Faradisa, seorang siswi SMA dari Banyuwangi membuat tulisan berjudul Warisan yang lantas menjadi viral. Dari yang saya baca, inti tulisan tersebut adalah mengajak bangsa Indonesia untuk berhenti menilai orang lain dari agamanya. Berhenti merasa lebih baik dari yang lain hanya karena perbedaan iman. Menurut saya sebuah tulisan dengan isi yang luhur. Sama sekali tidak ada yang salah dari pesan yang hendak ia sampaikan.

Continue reading

Kenapa RK Harus Dibela

Keputusan Ridwan Kamil untuk maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jabar mulai menunjukkan reaksi. Dan bukan reaksi yang bersifat positif atau alami. Seperti yang dilaporkan di artikel ini, berbagai fitnah dan serangan atas pribadi RK mulai bermunculan di media. Beberapa orang mungkin lantas bertanya: kenapa harus membela RK? Memangnya apa prestasi dia untuk Bandung, untuk negara?

Continue reading